Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

MERAWAT DEMOKRASI NEGERI

Oleh Noor widiastuti Sustainable Development Goals atau yang dalam Bahasa Indonesia kita kenal dengan nama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ini merepresentasikan ajakan secara global untuk aktif dalam pengentasan kemiskinan, melindungi planet serta menjamin perdamaian dunia serta kesejahteraan. Terhitung ada 17 tujuan yang termaktub dalam SDGs yang salah satunya, yaitu tujuan no. 16 adalah “Perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh – Mendorong masyarakat adil, damai, dan inklusif.” Aspek ini memberikan petunjuk yang spesifik untuk menghadapi tantangan imperatif seperti membangun institusi atau lembaga yang efektif, akuntabel, dan inklusif; menjamin kepercayaan dan integritas pemilihan umum; menjamin pengambilan keputusan/kebijakan pada semua level   yang responsif, inklusif, participatory serta representatif. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa pemilihan umum merupakan bagian integral (tak terpisahkan) dari pembangunan berkelanjutan guna menciptakan masa d...

Hujan, Rindu, dan Sendu

Gambar
flickr.com Bersama rintik hujan yang turun di bulan November Aku menyaksikan genangan air mata lebih deras Juga gemuruh sukma dari mendung yang hampir jatuh Lebih banyak ku lalui hujan ini Bukan karena aku bagian dari kaum penghujan Namun karena hujan ini datang sendiri Dan merasuk pilu tanpa bisa menjadi beku Deras menggenang… Turun diantara dedaunan Merembes melalui celah-celah kecil Dan menemukan jalannya sendiri Yang paling sial adalah aromanya Selalu disalahkan karena nostalgia Membawa rindu merenda jiwa Pada tiap hati yang resah menanti Kan ku kisahkan hikayat hujan itu padamu Kelak saat kita bertemu Hujan, rindu, dan sendu adalah hal tak terpisahkan. My tip: putar lagu-lagu sendu atau baca Quran untuk atmosfer yang kian syahdu. Recommended songs: Mesin Penenun Hujan-Frau, Hujan-Valet, Terlalu Manis-Slank

Kimi ni Todoke (From Me to You)

Gambar
Pagi yang masih teduh ini ku curahkan beberapa larik yang kian gundah mengusik. Kimi ni Todoke Scene (pict taken from google) Manusia Pengganti Aku ini manusia pengganti Terselip di celah yang mengisi Meski sedih tak terperi ku tak bisa mati Karena aku abadi Tak usah kau bicarakan patah hati Soal itu aku lebih ahli Mencintaimu merasuk nadi Harapku adalah kekuatanku Sedihku menjadi nafasku Tak perlu kau khawatir Aku bersama pemuja Chairil Baru akan mati seribu tahun lagi Apa bagusnya peduli? Biar saja mereka berkata Tanpa tahu apa Bila waktunya tiba Kau kan begitu saja Pahami semua Tentang sebuah rasa bercampur lara Sebab telah ku sematkan rasa Dan ku paham mengejanya Mencintaimu soal mudah, melupakanmu itu yang susah. Beberapa tulisan di sini tanpa judul. Biar kutulis saja. Aku tak pandai menulis puisi Juga tak mahir bersajak Yang ku tahu hanya Mengisahkan cerita menjadi kita Yang tak ku tahu akan bermuara kemana Dan di...